Senin, 16 Maret 2020
PEMANASAN GLOBAL IPA KELAS 7
Di era
milenial ini selain kita disibukkan dengan munculnya berbagai teknologi
mutakhir dan kita juga dipusingkan dengan keadaan lingkungan yang semakin hari
semakin memprihatinkan. Bumi kita ini sedang mengalami pemanasan global. Kamu
bisa merasakan sendiri pastinya, seperti udara yang semakin panas, sumpek,
sesak, cuaca berubah tidak menentu, musim hujan dan musim kemarau lamanya tidak
sama, ditambah lagi, kebakaran hutan terjadi di mana-mana. Semuanya bikin hidup
kita jadi nggak nyaman.
Pemanasan
global (global warming) atau sekarang lebih dikenal sebagai perubahan iklim
global (climate change) adalah memanasnya iklim bumi secara umum. Memanasnya
bumi ini telah diobservasi peneliti sejak 1950-an dan terus bertambah panas sejak
itu. Selain bertambah panas dari tahun ketahun, dibeberapa wilayah dibumi
mengalami perrubahan cuaca yang sangat ekstrim.
Maha Besar Allah yang telah menciptakan
alam dengan keseimbangannya. Oleh karena itu, marilah belajar dengan
sungguh-sungguh serta berusaha untuk melestarikan alam sebagai wujud ketakwaan
kepada Allah agar kelak menjadi manusia yang cerdas dan peduli terhadap semua
ciptaan Tuhan.
A. Efek Rumah Kaca
Hasil percobaan yang telah kamu lakukan menunjukkan adanya perbedaan suhu antara stoples yang dibiarkan terbuka dengan stoples yang ditutup dengan plastik diikat dengan karet gelang. Ruang dalam stoples dianalogikan sebagai Bumi dan tutup plastik dianalogikan sebagai gas-gas rumah kaca.
Di atmosfer Bumi terdapat banyak gas-gas
rumah kaca alami. Siklus air, karbon dioksida (CO2), dan metana adalah beberapa
bagian penting yang ada di dalamnya. Tanpa adanya gas-gas rumah kaca tersebut,
kehidupan di Bumi tidak akan terjadi. Seperti halnya planet Mars, Bumi juga
akan menjadi sangat dingin apabila tidak terdapat gas-gas rumah kaca di
atmosfernya. Sebaliknya, jika jumlah gas-gas rumah kaca terus bertambah di
atmosfer, maka suhu Bumi akan terus meningkat. Coba pikirkan, manakah yang akan
kamu pilih?
Meskipun CO2, siklus air, dan gas-gas
rumah kaca lainnya di atmosfer adalah transparan untuk radiasi cahaya Matahari,
namun gas-gas tersebut masih mampu menangkap dan menyerap radiasi cahaya yang
memancar ke Bumi dalam jumlah banyak. Radiasi yang terserap sebagian juga akan
direfleksikan kembali oleh Bumi. Pada keadaan normal, jumlah radiasi panas yang
diserap dengan yang direfleksikan kembali sama.
Saat ini semakin tingginya polusi udara
menyebabkan efek rumah kaca berubah. Sering kita dengarkan istilah efek rumah
kaca, sebenarnya apakah efek rumah kaca tersebut? Efek rumah kaca adalah proses
pemanasan alami yang terjadi ketika gas-gas rumah kaca di atmosfer Bumi
memerangkap radiasi panas dari Bumi.
Prosesnya, yaitu ketika radiasi sinar
Matahari mengenai permukaan Bumi, maka akan menyebabkan Bumi menjadi panas.
Radiasi panas Bumi akan dipancarkan lagi ke atmosfer. Panas yang kembali
dipantulkan oleh Bumi terhalang oleh polutan udara sehingga terperangkap dan
dipantulkan kembali ke Bumi. Proses ini akan menahan beberapa panas yang
terperangkap kemudian menyebabkan suhu Bumi meningkat. Akibatnya, Bumi tetap
menjadi hangat dan suhunya semakin meningkat.
Gas rumah kaca tersebut membiarkan cahaya
Matahari masuk ke dalam Bumi, akan tetapi gas tersebut memantulkannya kembali
ke permukaan Bumi. Dengan demikian, kondisi di Bumi tetap hangat. Seperti
halnya rumah yang dinding-dindingnya terbuat dari kaca. Sebagai gambarannya,
lihatlah Gambar berikut ini :
![]() |
| proses terjadinya efek rumah kaca |
B. Pengertian Pemanasan Global
Pemanasan global adalah istilah yang
digunakan untuk menggambarkan peningkatan suhu rata-rata atmosfer Bumi dan
lautan secara bertahap, serta sebuah perubahan yang diyakini secara permanen
mengubah iklim Bumi.
Aktivitas manusia selalu menghasilkan
berbagai zat sisa buangan yang salah satunya berupa gas. Sebagian besar orang
berpikir bahwa atmosfer dapat menyerap gas-gas buangan tersebut secara tidak
terbatas dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan. Akan tetapi, saat
ini diketahui bahwa banyaknya gas-gas buangan tersebut dapat menyebabkan
perubahan mendasar di atmosfer dan juga kondisi kehidupan di Bumi.
Berbagai aktivitas manusia seperti
penggunaan bahan bakar fosil, penebangan dan pembakaran hutan untuk
pengalihfungsian menjadi lahan pertanian, pemukiman dan industri akan
menyumbangkan CO2 ke atmosfer dalam jumlah yang banyak. Lebih dari beberapa
periode, CO2 di atmosfer meningkat sekitar 20%. Meningkatnya konsentrasi
gas-gas rumah kaca seperti CO2 akan memengaruhi kadar panas di Bumi. Banyak dari
radiasi Matahari yang menyinari permukaan Bumi, kemudian direfleksikan kembali
ke angkasa.
![]() |
| ilustrasi bumi yang terdampak pemanasan global dengan yang tidak |
Meningkatnya kadar CO2 di atmosfer selama
150 tahun terakhir membuat para ilmuwan prihatin karena hal tersebut berkaitan
erat dengan meningkatnya suhu global. Lebih dari satu abad, ilmuwan telah
mempelajari bagaimana gas-gas rumah kaca menghangatkan Bumi dan bagaimana
pembakaran bahan bakar fosil berkontribusi terhadap pemanasan suhu Bumi.
Sebagian besar ilmuwan meyakini bahwa pemanasan global telah dimulai dan akan
meningkat cepat di abad ini.
Lebih dari 100 tahun yang lalu, temperatur
rata-rata suhu di permukaan Bumi meningkat sekitar 0,6oC. Peningkatan
temperatur inilah yang disebut dengan pemanasan global. Pemanasan global adalah
istilah yang digunakan untuk menggambarkan peningkatan suhu rata-rata atmosfer
Bumi dan lautan secara bertahap, serta sebuah perubahan yang diyakini secara
permanen mengubah iklim Bumi.
C. Penyebab Pemanasan Global
Segala bentuk aktivitas manusia selalu
berdampak bagi lingkungan, baik itu membawa dampak positif ataupun dampak
negatif. Begitu pula dengan kondisi atmosfer Bumi saat ini yang mengalami
perubahan akibat aktivitas manusia. Pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan
hutan dapat meningkatkan kadar CO2 di atmosfer. Dikarenakan CO2 adalah salah
satu gas rumah kaca, maka meningkatnya kadar CO2 di atmosfer akan berkontribusi
terjadinya pemanasan global. Oleh karena itu, setiap tahun kadar CO2 di
atmosfer terus menerus meningkat.
![]() |
| penyebab pemanasan global |
Beberapa faktor yang menyebabkan
terjadinya pemanasan global di antaranya, adalah sebagai berikut :
1. Emisi
CO2 yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil sebagai pembangkit tenaga
listrik.
2. Emisi
CO2 yang berasal dari pembakaran gasoline sebagai bahan bakar alat
transportasi.
3. Emisi
metana dari hewan, lahan pertanian, dan dari dasar laut Arktik.
4. Deforestation (penebangan
liar) yang disertai dengan pembakaran lahan hutan.
5. Penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs)
dalam refrigator (pendingin).
6. Meningkatnya
penggunaan pupuk kimia dalam pertanian.
D. Dampak Pemanasan Global
Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya
bahwa aktivitas manusia telah mengubah kealamian dari gas rumah kaca di
atmosfer. Konsekuensi dari perubahan gas rumah kaca di atmosfer sulit
diprediksi, tetapi beberapa dampak yang telah nampak, yaitu sebagai berikut :
1. Temperatur
Bumi menjadi semakin tinggi, di beberapa wilayah mungkin temperaturnya menjadi
lebih tinggi dan di wilayah lainnya mungkin tidak.
2. Tingginya
temperatur Bumi dapat menyebabkan lebih banyak penguapan dan curah hujan secara
keseluruhan, tetapi masing-masing wilayah akan bervariasi, beberapa menjadi
basah dan bagian lainnya kering.
3. Mencairnya
glasier yang menyebabkan kadar air laut meningkat. Begitu pula dengan daratan
pantai yang landai, lama kelamaan akan mengalami peningkatan akibat
penggenangan air.
![]() |
| glasier lama kelamaan habis |
4. Hilangnya
terumbu karang. Sebuah laporan tentang terumbu karang yang dinyatakan bahwa
dalam kondisi terburuk, populasi karang akan hilang pada tahun 2100 karena
meningkatnya suhu dan pengasaman laut. Sebagaimana diketahui bahwa banyak
spesies lain yang hidupnya bergantung pada terumbu karang.
5. Kepunahan
spesies yang semakin meluas. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam
majalah Nature, peningkatan suhu dapat menyebabkan kepunahan lebih dari satu
juta spesies. Sampai saat ini hilangnya spesies semakin meluas dan daftar
spesies yang terancam punah terus berkembang dan bertambah.
![]() |
| beruang kutub kehilangan temapt tinggal krn es dikutub mencair |
6. Kegagalan
panen besar-besaran. Menurut penelitian terbaru, terdapat 90% kemungkinan bahwa
3 miliar orang di seluruh dunia harus memilih antara pergi bersama keluarganya
ke tempat yang beriklim baik atau kelaparan akibat perubahan iklim dalam kurun
waktu 100 tahun.
7. Penipisan
lapisan ozon. Lapisan ozon adalah salah satu lapisan atmosfer yang berada di
dalam lapisan stratosfer, yaitu sekitar 17-25 km di atas permukaan Bumi.
Lapisan inilah yang melindungi Bumi dari bahaya radiasi sinar ultra violet
(UV). Berdasarkan pengamatan satelit, diketahui bahwa lapisan ozon secara
berangsur-angsur mengalami penipisan sejak pertengahan tahun 1970.
E. Usaha-usaha Menanggulangi Pemanasan
Global
Penyebab terbesar pemanasan global adalah
karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan ketika bahan bakar fosil seperti minyak
dan batu bara yang dibakar untuk menghasilkan energi. Besarnya penggunaan bahan
bakar fosil untuk aktivitas manusia akan menyumbangkan peningkatan CO2 di
udara.
Kerusakan lapisan ozon adalah salah satu
contoh dampak dari aktivitas manusia yang mengganggu keseimbangan ekosistem dan
biosfer. Kondisi tingginya gas polutan di udara menyebabkan terjadinya
pemanasan global.
Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk
menanggulangi pemanasan global, di antaranya sebagai berikut :
1. Menggunakan
energi terbarukan dan mengurangi penggunaan batu bara, gasoline, kayu, dan
bahan bakar organik lainnya.
2. Meningkatkan
efisiensi bahan bakar kendaraan.
3. Mengurangi deforestation.
4. Mengurangi
penggunaan produk-produk yang mengandung chlorofluorocarbons (CFCs)
dengan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan.
5. Mendukung
dan turut serta pada kegiatan penghijauan.
Penelitian dari Louisiana Tech
University menemukan bahwa setiap pepohonan hijau dapat menangkap
karbon yang cukup untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari gas buang
pengendara mobil selama setahun.
INFO ILMUWAN
Ilmuwan yang mendasari efek rumah kaca dan
pemanasan global ada banyak sekali. Untuk itu mari kita kenali beberapa di
antara mereka.
•
Jean-Baptiste Joseph Fourier (1768-1830). Fourier
menyatakan bahwa Bumi akan jauh lebih dingin apabila tidak diselubungi oleh
atmosfer. Adanya gas-gas rumah kaca inilah yang membuat iklim Bumi layak huni.
Tanpa adanya efek rumah kaca, permukaan Bumi akan berubah sekitar 60oF lebih
dingin.
•
John Tyndall (1820-1893), berhasil menemukan bahwa beberapa
gas dapat memblokir radiasi inframerah. Dia menyatakan bahwa perubahan
konsentrasi gas dapat menyebabkan perubahan iklim.
•
Svante Arrhenius (1859-1927) telah menerbitkan perhitungan
pertama terkait pemanasan global yang berasal dari CO2 yang dihasilkan oleh
manusia.
RANGKUMAN
1. Efek
rumah kaca adalah proses pemanasan alami yang terjadi ketika gas-gas tertentu
di atmosfer Bumi memerangkap panas.
2. Pemanasan
global adalah istilah yang digunakan untuk menggam-barkan peningkatan suhu
rata-rata atmosfer Bumi dan lautan secara bertahap, serta sebuah perubahan yang
diyakini secara permanen mengubah iklim Bumi.
3. Faktor
yang menyebabkan pemanasan global di antaranya emisi CO2, emisi metana, deforestation dan
pembakaran lahan hutan, penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs),
dan meningkatnya penggunaan pupuk kimia dalam pertanian.
4. Dampak
pemanasan global yang telah nampak, di antaranya temperatur Bumi menjadi
semakin tinggi, penguapan dan curah hujan yang tidak menentu, mencairnya
glasier yang menyebabkan volume air laut meningkat, hilangnya terumbu karang,
kepunahan spesies yang semakin meluas, kegagalan panen besar-besaran, dan
penipisan lapisan ozon.
5. Usaha-usaha
untuk menanggulangi pemanasan global, di antaranya menggunakan energi
terbarukan, meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan, mengurangi deforestation,
mengurangi penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs), mendukung
dan turut serta pada kegiatan penghijauan.
Tugas ProJek
Secara individu , buatlah poster yang
berisi gagasan penanggulangan pemanasan global. Setiap individu harus memiliki
gagasan yang berbeda. Buatlah sebaik mungkin dan persentasikan di depan kelas
pada pertemuan berikutnya.
Posternya dibuat di buku gambar ukuran besar atau dikarton ya...
contoh poster
IPA, IPA....
ASYIK, ASYIK....
BELAJAR IPA .....
MENYENANGKAN
Jumat, 17 Januari 2020
SAGUSABLOG
SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) merupakan salah satu kanal pelatihan yang digagas oleh IKATAN GURU INDONESIA (IGI) yang lahir untuk menjawab tantangan guru di abad 21 di mana literasi informasi menjadi salah satu hal penting yang harus dikuasai di abad ini. Blog menjadi salah satu software primadona IGI yang harus dimiliki dan dikuasai oleh seorang guru. Oleh karenanya, Guru harus menguasainya melalui kanal pelatihan Sagusablog ini.
Apa itu blog?
Blog yang merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com yang dimiliki oleh Pyra Labs sebelum akhirnya diakuisisi oleh Google pada akhir tahun 2002. Semenjak itu banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut (wikipedia).
Mengapa Blog?
Seperti telah disampaikan di awal bahwa blog menjadi salah satu software andalan IGI. Hal ini karena IGI memandang bahwa blog merupakan salah satu media atau sarana yang sangat efektif untuk menampilkan berbagai informasi. Dalam perkembangannya saat ini, blog tidak digunakan untuk menyimpan sebuah catatan harian an sich. Lebih dari itu, blog bisa digunakan sebagai media publikasi dan komunikasi yang bisa dilakukan secara interaktif.
Guru mempunyai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi. Menurut saya, semua tupoksi guru ini bisa disampaikan melalui blog, meskipun tentu saja tidak semuanya bisa disampaikan secara sempurna.
Bagaimana bisa?
Melalui blog, guru bisa mendidik melalui tulisan-tulisan inspiratif dan edukatif yang dibuat guru yang bersangkutan misalnya. Melalui blog, guru bisa mengajar melalui media-media interaktif yang dibuat oleh guru atau yang ditampilkan melalui tautan-tautan ke media pembelajaran on-line, yang berisi materi-materi pembelajaran yang ditampilkan melalui media YouTube sebagai contoh. Pun guru bisa melakukan penilaian dan evaluasi melalui blog dengan menautkan soal-soal ulangan atau ujian yang dibuat secara on-line menggunakan Google Drive misalnya. Dan lain sebagainya. Masih banyak lagi kelebihan-kelebihan dan kemudahan-kemudahan yang masih bisa dimanfaatkan dan dieksplor oleh guru melalui blog ini.
Mr.Mung Sang Master Sagusablog
IGI mempunyai Mr. Mung sebagai salah seorang master SAGUSABLOG di samping master-master lainnya tentu saja. Beliau telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk melatih guru-guru Indonesia cara membuat dan memanfaatkan blog baik melalui pelatihan on-line maupun off-line.
Pertama kali saya mengikuti pelatihan SAGUSABLOG ini pada waktu TOT Literasi Produktif Berbasis IT Angkatan II yang diselenggarakan oleh IGI DKI Jakarta pada tanggal 24-25 Desember 2016 di Balai Diklat Keagamaan Jakarta. Pada waktu itu pelatihan SAGUSABLOG dibimbing oleh Coach Danang. Kemudian, untuk mempelajari dan menguasai Sagusablog lebih lanjut, saya mengikuti on-line workshop Sagusablog 5 melalui kelas telegram.
Mengakhiri tulisan ini, semoga saya bisa memanfaatkan kanal Sagusablog ini untuk menguasai, memanfaatkan dan mengaplikasikan blog secara optimal dalam pembelajaran. Selain itu, semoga guru-guru bisa menjadikan blog sebagai media pembelajaran alternatif yang bisa membawa nuansa baru dalam pembelajaran abad
JAYALAH GURU-GURU INDONESIA!!!
SALAM SAGUSABLOG!!!
SALAM IGI-ERS!!!
Kamis, 16 Januari 2020
Ikatan Guru Indonesia
Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah organisai guru yang diinisiasi sejak tahun 2000 dengan nama Klub Guru Indonesia dibawah kepemimpinan Ahmad Rizali Dan secara resmi berbadan hukum pada tanggal 26 November 2009 dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan Nomor AHU-125.AH.01.06 Tahun 2009 dengan Ketua Umum Satrian Dharma dan Sekjen Muhammad Ihsan dari Jatim serta Indra Djati Sidi dari Jabar sebagai Ketua Dewan Pembina.
Kepengurusan baru 2016-2021 juga telah terdaftar di kementerian hukum dan ham dengan surat keputusan nomor AHU-0000308.A.H.01.08.Tahun 2016 dengan Ketua Umum Muhammad Ramli Rahim dari Sulsel dan Sekjen Mampuono dari Jawa TengahIGI lahir dari keprihatinan akan rendahnya kompetensi guru Indonesia, pemerintah dalam kajian berbagai pihak dianggap belum sukses mengangkat kompetensi guru, sementara organisasi guru yang ada saat itu tak berbuat apapaun dalam rangka peningkatan kompetensi guru.
Sejak mendapat pengesahan resmi dari pemerintah sebagai organisasi guru, IGI terus berkonsentrasi penuh pada peningkatan kompetensi guru. Bagi IGI, ujung pangkal dari semua persoalan pendidikan di Indonesia ada pada rendahnya kompetensi guru Indonesia baik kompetensi profesional, kompetensi paedagogik, kompetensi sosial maupun kompetensi kepribadian.
Periode Kedua IGI 2006-2021 telah menandakan masuknya IGI ke dalam babak baru organisasi guru.
Dibawah kepemimpian Ketua Umum Muhammad Ramli Rahim dan Sekjen Mampuono, IGI seperi terbang tinggi dalam peningkatan kompetensi guru dan pengembangan organisasi. Kini IGI sudah hadir di 34 Provinsi di Indonesia dengan lebih dari 400 kabupaten/kota. Tak satupun minggu sepanjang Februari 2016 hingga saat ini yang tak diisi seminar, workshop, diklat atau simposium kecuali saat Idul Fitri.
Hanya dalam setahun IGI berhasil melakukan workshop dan diklat yang melibatkan 156.000 guru dengan 575 pelatih dan 17 kanal pelatihan guru.
Di era kini, kita mengenal berbagai gerakan dan program IGI diantaranya :
- Gerakan Guru Berintegritas
- Gerakan Hemat Energi dan Penciptaan Energi Baru dan Terbarukan.
- Gerakan peningkatan kemampuan guru Inklusi dan pendidikan untuk semua
- Gerakan Guru Saudara
- Gerakan Bayar Balik
Disamping gerakan-gerakan di atas, awal tahun 2018 IGI telah melahirkan 67 Kanal Kegiatan IGI yang akan berjuang meningkatkan kompetensi Guru di Indonesia, yaitu:
1. SAGUSANOV (Satu Guru Satu Inovasi)
2. SAGUSAMIK (Satu Guru Satu Komik Pembelajaran)
3. SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku)
4. SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog)
5. SAGUSAKTI (Satu Guru Satu Karya Tulis Ilmiah)
6. METODE MENEMU BALING (Menulis Dengan Mulut, Mendengar Dengan Telinga)
7. SADAR (Sarasehan Dalam Jaringan) dan SIDARING (Diskusi Matematika Dalam Jaringan)
8. SAGUSAE (Satu Guru Satu Ebook)
9. SAGUSAKA (Satu Guru Satu Aplikasi Koreksi LJK Berbasis Android)
10. SAGUDELTA (Satu Guru Dua Evaluasi Digital)
11. SAGUSAVI (Satu Guru Satu Video Pembelajaran)
12. SAGUSAMEP (Satu Guru Satu Media Publikasi).
13. SAGUSARIF (Satu Guru Satu Kearifan Lokal)
14. SAGUSAGAME (Satu Guru Satu Game)
15. SAGUSOFT 365 (Satu Guru Satu Akun Office 365)
16. SAGUPASI (Satu Guru Paham Pendidikan Inklusi).
17. SAGUSABEST (Satu Guru Satu Best Practice)
18. SAGUSAMOD (Satu Guru Satu Modul Pembelajaran)
19. SAGUMANISAN (Satu Guru Mahir Penilaian Berbasis Android)
20. SAGUTABI (Semua Guru Terampil Bahasa Inggris)
21. SAMISANOV (Satu Minggu Satu Inovasi)
22. SAGUSABOT (Satu Guru Satu Bot Pembelajaran)
23. SAGUSADO (Satu Guru Satu Dongeng)
24. SAGUSAKUPAT (Satu Guru Satu Buku Paket)
25. SAGUSAPIJAR (Satu Guru Satu Metode Permainan Dalam Belajar)
26. SAGUSAFIS (Satu Guru Satu Infografis)
27. SAGUSAIMORAN (Satu Guru Menguasai Model Pembelajaran)
28. SAGUSAVID (Satu Guru Satu Video Inovasi Digital)
29. SAGUSABOLA (Satu Guru Satu Bidang Olimpiade Akademik)
30. SAGUBERAKSI (Satu Guru Beragam Aplikasi Akuntansi)
31. SAGUSATOR (Satu Guru Satu Editor)
32. SAGUSAGU (Satu Guru Satu Lagu)
33. SAGUBASWAY (Satu Guru Banyak Sway)
34. SAGUSAPEN (Satu Guru Satu Cerpen)
35. SAGUABAD (Satu Guru Ahli Debat)
36. SAGUKANAL (Satu Guru Satu Artikel Jurnal)
37. SAGUKAYA (Satu Guru Satu Kelas Maya)
38. SAGUBAQU (Satu Guru Metode Baca Al Qur’an)
39. SAGUPEGTAS (Satu Guru Penggerak Integritas)
40. SAGUWARNA (Satu Guru Satu Warisan Budaya Nasional)
41. SAGUTAPE (Satu Guru Tiga Aplikasi Dalam Satu Excel)
42. SAGUSATA (Satu Guru Satu Cerita)
43. SAGUSENI (Satu Guru Seribu Soal Interaktif)
44. SAGUSAPOINTER (Satu Guru Satu Powerpoint Interaktif)
45. SAGUSATI (Satu Guru Satu Tes Interaktif)
46. SAGUSATEG (Satu Guru Satu Teknologi Tepat Guna)
47. SAGUSAGE (Satu Guru Satu Geogebra)
48. SAGUSABBOOK (Satu Guru Satu Big Book)
49. SAGUSAMED (Satu Guru Satu Media Edukasi) Sagusamed adalah kanal pelatihan IGI yang berfokus pada:
50. SAGU MPI (Satu Guru Satu Media Pembelajaran Interaktif)
51. SAGUSAPIR (Satu Guru Satu Peta Pikiran)
52. SAGUSAPOP (Satu Guru Satu Pola Pembiasaan)
53. SAGUDISTRO (Satu Guru Satu Digital Storytelling)
54. SAGUSAVPRES (Satu Guru Satu Video Presentasi)
55. SAGUSALAY (Satu Guru Satu Display)
56. SAGUSATEFA (Satu Guru Satu Teaching Factory)
57. SAGUSACAT (Satu Guru Satu Cat/ Computer Assisted Test )
58. SAGUSALIST ((Satu Guru Satu Audio Listening)
59. Maluku Belajar
60. SAGUSANTRI (Satu Guru Satu Animasi 3D)
61. SAGUSALIN (Satu Guru Satu Aplikasi Articulate Storyline)
62. SAGUSABIB (Satu Guru Satu Buku Ice Breaking)
63. SAGUSPEDA (Satu Guru Satu Papan Digital)
64. SAGUBEREN (Satu Guru Berjiwa Enterpreneur)
65. SAGUSAPER (Satu Guru Satu Perangkat Pembelajaran)
66. SAGUDIHATI (Satu Guru Mendidik Dengan “Hati”)
67. SAGUSAPLET (Satu Guru Satu PADLET Pembelajaran)
Memasuki tahun 2017, IGI kembali memasuki babak baru, IGI pun bertransformasi menjadi Induk Organisasi Guru dengan 100 Organisasi berbasis mata pelajaran dibawah nauangannya. Hal ini terjadi karena pengembangan kompetensi guru memasuki babak baru berbasis mata pelajaran. Dengan fokus pada mata pelajaran diharapkan ke depan IGI mampu menjawab keterbatasan literasi berbasis mata pelajaran dan rendahnya kompetensi profesionalisme guru.
Dari 100 organisasi dibawah naungan IGI ini, beberapa diantaranya sudah bergerak di seluruh Indonesia misalnya Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP) Bahasa Indonesia menyelenggarakan TOC literasi produktif dan Diklat Sagusaku berbasis tablet di 34 Provinsi di Indonesia dengan target 1700 buku dari 1700 guru dalam 10 bulan, lalu Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP) Matematika yang akan menyelenggarakan Diklat Sagusacpad dan perubahan paradigma dari menghitung matematika menjadi berpikir matematika di 50 kabupaten/kota di Indonesia.
IGK SD/MI dan IGK PAUD akan menyelenggarakan master coach camp non IT di Jakarta, lalu dilanjutkan di 34 provinsi di Indonesaia dan seterusnya. Sementara IGMP Kimia akan menyelenggarakan teacher innovation for new and renewable energy (TINRE 2017) IGMP Kimia di 34 Provinsi di Indonesia.
Pendidikan Vokasi juga akan menjadi fokus perhatian khusus bagi IGI, 64 IGMP berbasis SMK telah dibentuk dan akan bekerja bersama-sama guru dalam kelompok keahliannya mengembangkan kemampuan guru yang lainnya. Dengan Bantuan Teknologi dari Samsung ini, semua akan jauh lebih mudah.
Dengan hadirnya Samsung Smart Learning Class di Makassar, IGI bisa lebih fokus mengembangkan kemampuan guru spesifik pada mata pelajaran yang mereka ampuh.
Khusus untuk penggunaan tablet, IGI akan menggelar Indonesia Tablet Learning (ITL) di 34 Provinsi di Indonesia untuk mendorong inovasi-inovasi pengajaran berbasis tablet. IGI berharap pola pembelejaran di sekolah yang dulu menggunakan kapur ke spidol lalu ke laptop beralih total ke tablet dalam empat tahun ke depan. Tentunya gerakan ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar pembelajaran menyenangkan, menggembirakan dan jauh lebih efektif dapat diwujudkan.
Langganan:
Postingan (Atom)
KUIS PEMANASAN GLOBAL
SILAHKAN KERJAKAN KUIS INI DENGAN TELITI DAN BENAR YA... Memuat…
-
Berikut ini adalah materi IPA kelas 8 KD 3.6 berbentuk video, silahkan disimak ya...
-
SILAHKAN KERJAKAN KUIS INI DENGAN TELITI DAN BENAR YA... Memuat…
-
Berikut ini adalah RPP IPA Kelas 7 yang masih versi lama, tetapi dijamin RPP ini detil dan jelas serta mencamtumkan link materi yang dapat d...






