Senin, 16 Maret 2020
PEMANASAN GLOBAL IPA KELAS 7
Di era
milenial ini selain kita disibukkan dengan munculnya berbagai teknologi
mutakhir dan kita juga dipusingkan dengan keadaan lingkungan yang semakin hari
semakin memprihatinkan. Bumi kita ini sedang mengalami pemanasan global. Kamu
bisa merasakan sendiri pastinya, seperti udara yang semakin panas, sumpek,
sesak, cuaca berubah tidak menentu, musim hujan dan musim kemarau lamanya tidak
sama, ditambah lagi, kebakaran hutan terjadi di mana-mana. Semuanya bikin hidup
kita jadi nggak nyaman.
Pemanasan
global (global warming) atau sekarang lebih dikenal sebagai perubahan iklim
global (climate change) adalah memanasnya iklim bumi secara umum. Memanasnya
bumi ini telah diobservasi peneliti sejak 1950-an dan terus bertambah panas sejak
itu. Selain bertambah panas dari tahun ketahun, dibeberapa wilayah dibumi
mengalami perrubahan cuaca yang sangat ekstrim.
Maha Besar Allah yang telah menciptakan
alam dengan keseimbangannya. Oleh karena itu, marilah belajar dengan
sungguh-sungguh serta berusaha untuk melestarikan alam sebagai wujud ketakwaan
kepada Allah agar kelak menjadi manusia yang cerdas dan peduli terhadap semua
ciptaan Tuhan.
A. Efek Rumah Kaca
Hasil percobaan yang telah kamu lakukan menunjukkan adanya perbedaan suhu antara stoples yang dibiarkan terbuka dengan stoples yang ditutup dengan plastik diikat dengan karet gelang. Ruang dalam stoples dianalogikan sebagai Bumi dan tutup plastik dianalogikan sebagai gas-gas rumah kaca.
Di atmosfer Bumi terdapat banyak gas-gas
rumah kaca alami. Siklus air, karbon dioksida (CO2), dan metana adalah beberapa
bagian penting yang ada di dalamnya. Tanpa adanya gas-gas rumah kaca tersebut,
kehidupan di Bumi tidak akan terjadi. Seperti halnya planet Mars, Bumi juga
akan menjadi sangat dingin apabila tidak terdapat gas-gas rumah kaca di
atmosfernya. Sebaliknya, jika jumlah gas-gas rumah kaca terus bertambah di
atmosfer, maka suhu Bumi akan terus meningkat. Coba pikirkan, manakah yang akan
kamu pilih?
Meskipun CO2, siklus air, dan gas-gas
rumah kaca lainnya di atmosfer adalah transparan untuk radiasi cahaya Matahari,
namun gas-gas tersebut masih mampu menangkap dan menyerap radiasi cahaya yang
memancar ke Bumi dalam jumlah banyak. Radiasi yang terserap sebagian juga akan
direfleksikan kembali oleh Bumi. Pada keadaan normal, jumlah radiasi panas yang
diserap dengan yang direfleksikan kembali sama.
Saat ini semakin tingginya polusi udara
menyebabkan efek rumah kaca berubah. Sering kita dengarkan istilah efek rumah
kaca, sebenarnya apakah efek rumah kaca tersebut? Efek rumah kaca adalah proses
pemanasan alami yang terjadi ketika gas-gas rumah kaca di atmosfer Bumi
memerangkap radiasi panas dari Bumi.
Prosesnya, yaitu ketika radiasi sinar
Matahari mengenai permukaan Bumi, maka akan menyebabkan Bumi menjadi panas.
Radiasi panas Bumi akan dipancarkan lagi ke atmosfer. Panas yang kembali
dipantulkan oleh Bumi terhalang oleh polutan udara sehingga terperangkap dan
dipantulkan kembali ke Bumi. Proses ini akan menahan beberapa panas yang
terperangkap kemudian menyebabkan suhu Bumi meningkat. Akibatnya, Bumi tetap
menjadi hangat dan suhunya semakin meningkat.
Gas rumah kaca tersebut membiarkan cahaya
Matahari masuk ke dalam Bumi, akan tetapi gas tersebut memantulkannya kembali
ke permukaan Bumi. Dengan demikian, kondisi di Bumi tetap hangat. Seperti
halnya rumah yang dinding-dindingnya terbuat dari kaca. Sebagai gambarannya,
lihatlah Gambar berikut ini :
![]() |
| proses terjadinya efek rumah kaca |
B. Pengertian Pemanasan Global
Pemanasan global adalah istilah yang
digunakan untuk menggambarkan peningkatan suhu rata-rata atmosfer Bumi dan
lautan secara bertahap, serta sebuah perubahan yang diyakini secara permanen
mengubah iklim Bumi.
Aktivitas manusia selalu menghasilkan
berbagai zat sisa buangan yang salah satunya berupa gas. Sebagian besar orang
berpikir bahwa atmosfer dapat menyerap gas-gas buangan tersebut secara tidak
terbatas dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan. Akan tetapi, saat
ini diketahui bahwa banyaknya gas-gas buangan tersebut dapat menyebabkan
perubahan mendasar di atmosfer dan juga kondisi kehidupan di Bumi.
Berbagai aktivitas manusia seperti
penggunaan bahan bakar fosil, penebangan dan pembakaran hutan untuk
pengalihfungsian menjadi lahan pertanian, pemukiman dan industri akan
menyumbangkan CO2 ke atmosfer dalam jumlah yang banyak. Lebih dari beberapa
periode, CO2 di atmosfer meningkat sekitar 20%. Meningkatnya konsentrasi
gas-gas rumah kaca seperti CO2 akan memengaruhi kadar panas di Bumi. Banyak dari
radiasi Matahari yang menyinari permukaan Bumi, kemudian direfleksikan kembali
ke angkasa.
![]() |
| ilustrasi bumi yang terdampak pemanasan global dengan yang tidak |
Meningkatnya kadar CO2 di atmosfer selama
150 tahun terakhir membuat para ilmuwan prihatin karena hal tersebut berkaitan
erat dengan meningkatnya suhu global. Lebih dari satu abad, ilmuwan telah
mempelajari bagaimana gas-gas rumah kaca menghangatkan Bumi dan bagaimana
pembakaran bahan bakar fosil berkontribusi terhadap pemanasan suhu Bumi.
Sebagian besar ilmuwan meyakini bahwa pemanasan global telah dimulai dan akan
meningkat cepat di abad ini.
Lebih dari 100 tahun yang lalu, temperatur
rata-rata suhu di permukaan Bumi meningkat sekitar 0,6oC. Peningkatan
temperatur inilah yang disebut dengan pemanasan global. Pemanasan global adalah
istilah yang digunakan untuk menggambarkan peningkatan suhu rata-rata atmosfer
Bumi dan lautan secara bertahap, serta sebuah perubahan yang diyakini secara
permanen mengubah iklim Bumi.
C. Penyebab Pemanasan Global
Segala bentuk aktivitas manusia selalu
berdampak bagi lingkungan, baik itu membawa dampak positif ataupun dampak
negatif. Begitu pula dengan kondisi atmosfer Bumi saat ini yang mengalami
perubahan akibat aktivitas manusia. Pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan
hutan dapat meningkatkan kadar CO2 di atmosfer. Dikarenakan CO2 adalah salah
satu gas rumah kaca, maka meningkatnya kadar CO2 di atmosfer akan berkontribusi
terjadinya pemanasan global. Oleh karena itu, setiap tahun kadar CO2 di
atmosfer terus menerus meningkat.
![]() |
| penyebab pemanasan global |
Beberapa faktor yang menyebabkan
terjadinya pemanasan global di antaranya, adalah sebagai berikut :
1. Emisi
CO2 yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil sebagai pembangkit tenaga
listrik.
2. Emisi
CO2 yang berasal dari pembakaran gasoline sebagai bahan bakar alat
transportasi.
3. Emisi
metana dari hewan, lahan pertanian, dan dari dasar laut Arktik.
4. Deforestation (penebangan
liar) yang disertai dengan pembakaran lahan hutan.
5. Penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs)
dalam refrigator (pendingin).
6. Meningkatnya
penggunaan pupuk kimia dalam pertanian.
D. Dampak Pemanasan Global
Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya
bahwa aktivitas manusia telah mengubah kealamian dari gas rumah kaca di
atmosfer. Konsekuensi dari perubahan gas rumah kaca di atmosfer sulit
diprediksi, tetapi beberapa dampak yang telah nampak, yaitu sebagai berikut :
1. Temperatur
Bumi menjadi semakin tinggi, di beberapa wilayah mungkin temperaturnya menjadi
lebih tinggi dan di wilayah lainnya mungkin tidak.
2. Tingginya
temperatur Bumi dapat menyebabkan lebih banyak penguapan dan curah hujan secara
keseluruhan, tetapi masing-masing wilayah akan bervariasi, beberapa menjadi
basah dan bagian lainnya kering.
3. Mencairnya
glasier yang menyebabkan kadar air laut meningkat. Begitu pula dengan daratan
pantai yang landai, lama kelamaan akan mengalami peningkatan akibat
penggenangan air.
![]() |
| glasier lama kelamaan habis |
4. Hilangnya
terumbu karang. Sebuah laporan tentang terumbu karang yang dinyatakan bahwa
dalam kondisi terburuk, populasi karang akan hilang pada tahun 2100 karena
meningkatnya suhu dan pengasaman laut. Sebagaimana diketahui bahwa banyak
spesies lain yang hidupnya bergantung pada terumbu karang.
5. Kepunahan
spesies yang semakin meluas. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam
majalah Nature, peningkatan suhu dapat menyebabkan kepunahan lebih dari satu
juta spesies. Sampai saat ini hilangnya spesies semakin meluas dan daftar
spesies yang terancam punah terus berkembang dan bertambah.
![]() |
| beruang kutub kehilangan temapt tinggal krn es dikutub mencair |
6. Kegagalan
panen besar-besaran. Menurut penelitian terbaru, terdapat 90% kemungkinan bahwa
3 miliar orang di seluruh dunia harus memilih antara pergi bersama keluarganya
ke tempat yang beriklim baik atau kelaparan akibat perubahan iklim dalam kurun
waktu 100 tahun.
7. Penipisan
lapisan ozon. Lapisan ozon adalah salah satu lapisan atmosfer yang berada di
dalam lapisan stratosfer, yaitu sekitar 17-25 km di atas permukaan Bumi.
Lapisan inilah yang melindungi Bumi dari bahaya radiasi sinar ultra violet
(UV). Berdasarkan pengamatan satelit, diketahui bahwa lapisan ozon secara
berangsur-angsur mengalami penipisan sejak pertengahan tahun 1970.
E. Usaha-usaha Menanggulangi Pemanasan
Global
Penyebab terbesar pemanasan global adalah
karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan ketika bahan bakar fosil seperti minyak
dan batu bara yang dibakar untuk menghasilkan energi. Besarnya penggunaan bahan
bakar fosil untuk aktivitas manusia akan menyumbangkan peningkatan CO2 di
udara.
Kerusakan lapisan ozon adalah salah satu
contoh dampak dari aktivitas manusia yang mengganggu keseimbangan ekosistem dan
biosfer. Kondisi tingginya gas polutan di udara menyebabkan terjadinya
pemanasan global.
Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk
menanggulangi pemanasan global, di antaranya sebagai berikut :
1. Menggunakan
energi terbarukan dan mengurangi penggunaan batu bara, gasoline, kayu, dan
bahan bakar organik lainnya.
2. Meningkatkan
efisiensi bahan bakar kendaraan.
3. Mengurangi deforestation.
4. Mengurangi
penggunaan produk-produk yang mengandung chlorofluorocarbons (CFCs)
dengan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan.
5. Mendukung
dan turut serta pada kegiatan penghijauan.
Penelitian dari Louisiana Tech
University menemukan bahwa setiap pepohonan hijau dapat menangkap
karbon yang cukup untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari gas buang
pengendara mobil selama setahun.
INFO ILMUWAN
Ilmuwan yang mendasari efek rumah kaca dan
pemanasan global ada banyak sekali. Untuk itu mari kita kenali beberapa di
antara mereka.
•
Jean-Baptiste Joseph Fourier (1768-1830). Fourier
menyatakan bahwa Bumi akan jauh lebih dingin apabila tidak diselubungi oleh
atmosfer. Adanya gas-gas rumah kaca inilah yang membuat iklim Bumi layak huni.
Tanpa adanya efek rumah kaca, permukaan Bumi akan berubah sekitar 60oF lebih
dingin.
•
John Tyndall (1820-1893), berhasil menemukan bahwa beberapa
gas dapat memblokir radiasi inframerah. Dia menyatakan bahwa perubahan
konsentrasi gas dapat menyebabkan perubahan iklim.
•
Svante Arrhenius (1859-1927) telah menerbitkan perhitungan
pertama terkait pemanasan global yang berasal dari CO2 yang dihasilkan oleh
manusia.
RANGKUMAN
1. Efek
rumah kaca adalah proses pemanasan alami yang terjadi ketika gas-gas tertentu
di atmosfer Bumi memerangkap panas.
2. Pemanasan
global adalah istilah yang digunakan untuk menggam-barkan peningkatan suhu
rata-rata atmosfer Bumi dan lautan secara bertahap, serta sebuah perubahan yang
diyakini secara permanen mengubah iklim Bumi.
3. Faktor
yang menyebabkan pemanasan global di antaranya emisi CO2, emisi metana, deforestation dan
pembakaran lahan hutan, penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs),
dan meningkatnya penggunaan pupuk kimia dalam pertanian.
4. Dampak
pemanasan global yang telah nampak, di antaranya temperatur Bumi menjadi
semakin tinggi, penguapan dan curah hujan yang tidak menentu, mencairnya
glasier yang menyebabkan volume air laut meningkat, hilangnya terumbu karang,
kepunahan spesies yang semakin meluas, kegagalan panen besar-besaran, dan
penipisan lapisan ozon.
5. Usaha-usaha
untuk menanggulangi pemanasan global, di antaranya menggunakan energi
terbarukan, meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan, mengurangi deforestation,
mengurangi penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs), mendukung
dan turut serta pada kegiatan penghijauan.
Tugas ProJek
Secara individu , buatlah poster yang
berisi gagasan penanggulangan pemanasan global. Setiap individu harus memiliki
gagasan yang berbeda. Buatlah sebaik mungkin dan persentasikan di depan kelas
pada pertemuan berikutnya.
Posternya dibuat di buku gambar ukuran besar atau dikarton ya...
contoh poster
IPA, IPA....
ASYIK, ASYIK....
BELAJAR IPA .....
MENYENANGKAN
Langganan:
Postingan (Atom)
KUIS PEMANASAN GLOBAL
SILAHKAN KERJAKAN KUIS INI DENGAN TELITI DAN BENAR YA... Memuat…
-
SILAHKAN KERJAKAN KUIS INI DENGAN TELITI DAN BENAR YA... Memuat…
-
Berikut ini adalah materi IPA kelas 8 KD 3.6 berbentuk video, silahkan disimak ya...
-
SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) merupakan salah satu kanal pelatihan yang digagas oleh IKATAN GURU INDONESIA (IGI) yang lahir untuk...





